JNGGA

Tampilkan postingan dengan label mengulik lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengulik lirik. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2019

Pikiran dan Perjalanan: Sebuah Perjalanan Tanpa Henti, Sebuah Usaha Tanpa Kenal Lelah



Setelah empat tahun berlalu, akhirnya pada Maret 2019, grup band indie asal Jakarta ini meluncurkan album keduanya bertajuk Pikiran dan Perjalanan. Berisi 9 lagu dengan dua lagu diantaranya telah rilis lebih dulu sebagai single. Para penikmat Barasuara pun bersorak ketika mendengar lagu-lagu dari Band Indie ini.
Dari kesembilan lagu, perhatian saya terpusat pada lagu Pikiran dan Perjalanan. Entah kenapa, dari semua lagu yang ada, saya lebih tertarik untuk mengulik lirik pada lagu ini. Bagi saya, lagu ini memiliki daya magis yang besar juga makna yang lebih dalam untuk bisa saya bagi pada para pembaca.
“Lagu yang judulnya menjadi nama dari album kedua mereka ini ternyata menceritakan tentang pengaruh kuat orang lain dalam mempengaruhi pilihan yang kita buat.
‘Kita selalu ada di persimpangan, memilih mana yang pantas dan mana yang baik, namun itu nggak pernah jadi sesuatu yang mudah. Pengaruh eksternal dalam pemilihan memang selalu kuat, mungkin ada baiknya sekali-kali kita tentukan sendiri,’ papar Iga.”

Seperti yang dikutip dalam kutipan diatas, lagu PIKIRAN DAN PERJALANAN bercerita tentang pengaruh kuat orang lain dalam mempengaruhi pilihan yang kita buat. Namun, bagi saya, dalam lagu ini memiliki arti lain selain arti yang dipaparkan oleh Iga. Ada makna lain dalam lirik lagu PIKIRAN DAN PERJALANAN selain pengaruh kuat orang lain, yakni tentang harapan, cita-cita juga mimpi yang harus dikejar dan diperjuangkan.
Baiklah, sebelum memulai untuk mengulik liriknya, saya akan menuliskan dulu lirik dari lagu Pikiran dan Perjalanan. Berikut saya sertakan liriknya.

PIKIRAN DAN PERJALANAN
Di pikiranku, ada pikiranmu
Mereka rencana
Tentang masa depan, tabur harapan, alpa kepastian

Dari dalam gelap amarahmu, buta melaju
Dari dalam hitam ingatanmu, buta meraja

Ooh yeah
Marabahaya
Ooh yeah, terjebak larut dalam
Halusinasi

Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan
Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan

Melaju dengan hatimu, dengan apa yang kau tahu
Tekanan di sekitarmu, menemanimu
Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan

Menari nari walau terluka tak kau tangisi
Berdiri lagi di dalam sepi menari nari
Menari nari walau terluka tak kau tangisi
Berdiri lagi di dalam sepi menari nari

Ketika saya menlihat liriknya, saya berpikir jika lagu ini menceritakan tentang perjalan manusia dalam mencapai mimpinya. Hal ini terlihat pada bait pertama.
Di pikiranku, ada pikiranmu
Mereka rencana
Tentang masa depan, tabur harapan, alpa kepastian
Bait pertama bercerita jika dalam pikiran manusia selalu ada pikiran-pikiran lain yang membuat manusia memiliki beberapa rencana. Ilustrasinya begini, si A mempunyai rencana untuk menikmati hidup dengan traveling atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah di dunia, namun setelah dia bertemu dengan si B, si B mempunyai rencana lain dalam hidupnya menurut versinya sendiri. Si B pun bercerita kepada si A tentang rencana hidupnya, si A pun tertarik dan akhirnya si A menyisipkan beberapa rencana hidup si B dalam hidupnya. Intinya dalam perjalanan hidup manusia, selalu adal hal-hal yang direncanakan diluar dari prediksi individu.
Baik, kembali pada bait pertama. Dalam setiap rencana manusia, selalu ada mimpi juga harapan. Tentang tujuan hidup juga cita-cita yang ingin diraih. Namun, dalam rencana selalu ada ketidakpastian. Artinya, hal-hal yang sudah direncanakan manusia pastilah tidak akan selalu berhasil. Ketika kita berusaha atau berjuang untuk satu tujuan, tujuan tersebut tidak akan didapatkan dengan mudah, karena pada hakikatnya, manusia harus selalu berusaha, pada hakikatnya mimpi-mimpi atau cita-cita tidak akan didapatkan dengan mudah atau instan. Harus ada usaha juga kerja keras agar tercapai apa yang dicita-citakan. Untuk itu, pencipta lagu menyisipkan kata alpa kepastian pada bait pertama untuk menegaskan bahwa sebuah rencana tidak harus berjalan sesuai yang diinginkan, dalam artian apa yang kita rencanakan tidak harus sesuai dengan yang diharapkan. Ada kalanya apa yang kita rencanakan berjalan tidak sesuai harapan.
Dari dalam gelap amarahmu, buta melaju
Dari dalam hitam ingatanmu, buta meraja
Ooh yeah
Marabahaya
Ooh yeah, terjebak larut dalam
Halusinasi
Pada lirik ini, saya beranggapan jika ketika manusia mengalami kegagalan dalam rencananya, selalu ada sisi gelap yang keluar dalam dirinya. Selalu ada amarah yang menguasai dirinya yang nantinya manusia dihadapkan pada dua pilihan: MENYERAH atau KEMBALI BERJALAN. Selain itu, pada lirik ini juga dijelaskan jika ketika amarah menguasai segalanya, akan timbul masalah-masalah lain yang tentunya akan kembali merugikan manusia.
Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan
Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan
Pada lirik ini dijelaskan jika untuk menghadapi masa depan, dalam menuysun rencana dan meraih cita-cita, tidak sepatutnya orang lain ikut andil dalam hal ini. Karena, sejatinya, masa depan seseorang ditentukan oleh orang yang bersangkutan. Adapun orang lain tidak bisa menentukan masa depan seseorang selain orang itu sendiri. Dalam lirik ini ditegaskan pula jika orang lain tidak patut untuk ikut campur dalam perjalanan hidup, untuk menentukan masa depan seseorang.
Mungkin lirik ini menyinggung tentang fenomena-fenomena anak dan orang tua jaman sekarang, yang mana orang tua seringkali menentukan masa depan anaknya, dengan menganggap apa yang menjadi pilihan orang tua adalah yang terbaik untuk anaknya, padahal belum tentu. Seorang anak yang dipangkas masa depannya karena apa yang dicita-citakan dianggap tidak memiliki masa depan yang bagus oleh orang tua. Padahal belum tentu apa yang dicita-citakan anaknya tidak memiliki masa depan yang bagus. Disini, bagi saya Iga Massardi ingin menegaskan hal itu.
Melaju dengan hatimu, dengan apa yang kau tahu
Tekanan di sekitarmu, menemanimu
Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan, biar kami yang tentukan
Saya beranggapan bahwa, dalam lirik ini, kita sebagai manusia harus melakukan segala hal yang diingkan (hal positif) dengan hati kita, sesuai dengan keinginan hati, bukan dengan paksaan apalagi bisikan dari orang-orang sekitar. Cita-cita yang dimiliki setiap manusia hanya bisa dilakukan dan dikejar oleh kita sendiri bukan orang lain. Dan disetiap cita-cita, mimpi atau tujuan hidup selalu ada tekanan, selalu ada cibiran yang menentang juga meremehkan mimpi-mimpimu. Namun, kita sebagai manusia harus terus maju, berusaha untuk kehidupan yang lebih baik juga berusaha untuk meraih cita-cita walau cibiran, hinaan menghampiri kita, karena setiap cita-cita yang kita miliki, hanya kita sendiri yang bisa menentukan, hanya kita sendiri yang bisa merasakannya, bukan orang lain.
Menari nari walau terluka tak kau tangisi
Berdiri lagi di dalam sepi menari nari
Menari nari walau terluka tak kau tangisi
Berdiri lagi di dalam sepi menari nari
Dan bait ini merupakan lirik yang paling saya suka dari semua bait yang ada. Bagi saya makna yang tekandung dalam lirik ini sangat besar dan dalam. Dimana setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dalam perjalanan hidupnya, namun kita sebagai manusia harus terus berusaha dan berjalan sesuai dengan kemampuan kita. Makna dari lirik menari-nari walau terluka tak kau tangisi adalah bahwa dalam setiap kegagalan, kita harus tetap “menari” atau bergerak maju, tidak menyerah walau kita terluka, jangan berlarut dalam kesedihan yang mendalam karena kita masih harus terus berjuang dan meraih mimpi dan cita-cita.
Kita harus segera berdiri lagi, tetap “menari” walau tidak ada orang yang memperdulikan. Walau kita terluka, kita tidak boleh menangis, walau mengalami kegagalan, kita harus tetap tegar, begitupun dengan cibiran dan hinaan menghampiri, kita tidak boleh berhenti untuk bergerak, mengejar cita-cita juga mimpi-mimpi yang kita idam-idamkan. Tidak perduli orang akan berkata apa asalkan kita tetap semangat meraih mimpi, meraih cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik. Terus berusaha dan tidak menyerah adalah kunci dari kesuksesan.
Itulah makna dari lirik PIKIRAN DAN PERJALANAN versi saya.  Jika dilihat dari pemaparan Iga Massardi lagu ini memang menceritakan tentang pengaruh kuat orang lain dalam memilih. Namun yang saya tulis disini adalah efek yang ditimbulkan dari pengaruh orang lain terhadap suatu pilihan. Dalam lagu ini saya melihat tentang pengaruh yang dimaksud Iga ini adalah pengaruh dalam hal memilih jalan hidup, memilih berjuang untuk mencapai cita-cita juga hal-hal positif lainnya.
Singkat kata, terima kasih untuk Iga Massardi berserta Barasuara yang menghadirkan lagu yang penuh semangat ini dalam hidup saya, terima kasih telah membuat saya berpikir jika kesuksesan bisa dikejar, cita-cita bisa dicapai dan mimpi bisa diwujudkan selama kita berusaha. Selama kita tidak pernah menyerah. Terima kasih ;)

Jumat, 27 April 2018

“Putih”: Dua Fase yang Dialami Manusia dan Pasti Akan Terjadi


 Baiklah, kali ini saya datang kembali membawa review tentang satu lagu yang ada dalam playlist ponsel. Lagu ini berjudul Putih yang dinyanyikan oleh grup band indie asal kota Jakarta, Efek Rumah Kaca.

Lagu Putih berada pada album ketiga yang diberi nama Sinestesia dan rilis sekitar tahun 2015. Lagu ini berdurasi selama 9 menit 46 detik dengan memiliki dua sub judul yaitu Tiada (untuk Adi Amir Zainun) dan Ada (untuk Angan Senja, Rintik Rindu dan semua harapan di masa depan).

Untuk kalian yang masih bingung dengan lagu ini mengapa memiliki dua judul, saya akan terangkan sedikit. Album Sinestesia ini merupakan album yang sedikit berbeda dengan album-album sebelumnya, dimana pada album ini hanya memiliki enam lagu saja dengan judul Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih dan Kuning. Dan pada setiap judul lagu, memiliki sub-judul dua sampai tiga sub. Untuk itu, durasi pada setiap lagu di album ini terasa panjang dan mungkin menimbulkan kebosanan. Namun saya pribadi sangat menikmati dengan hal itu, sama sekali tidak menimbulkan kebosanan karena dalam setiap judul, memiliki tema yang berbeda, seperti hal nya yang terjadi pada lagu Kuning. Tema yang dihadirkan oleh lagu ini adalah keberagamaan, dan setiap sub judulnya pun membahas tentang agama dan kebebasan dalam memeluk setiap agama yang dianutnya. Begitu pun yang terjadi pada lagu Putih. Mengambil tema kehidupan dan kematian, lagu ini terasa sangat epik dan luar biasa.

Baik, saya akan mulai mencoba mereviewnya…
Dimulai dari lagu yang berjudul Tiada, begini liriknya:

Tiada (untuk Adi Amir Zainun)

Lirik        : Adrian dan Cholil
Lagu       : Adrian dan Cholil

Saat kematian datang
Aku berbaring dalam mobil ambulan
Dengar, pembicaraan tentang pemakaman
Dan takdirku menjelang
Sirine berlarian sahut-sahutan
Tegang, membuka jalan menuju Tuhan
Akhirnya aku usai juga

Saat berkunjung ke rumah
Menengok ke kamar ke ruang tengah
Hangat, menghirup bau masakan kesukaan
Dan tahlilan dimulai
Doa bertaburan terkadang tangis terdengar
Akupun ikut tersedu sedan
Akhirnya aku usai juga
Oh, kini lengkap sudah

Dan kematian keniscayaan
Dipersimpangan atau kerongkongan
Tiba-tiba datang atau dinantikan
Dan kematian kesempurnaan
Dan kematian hanya perpindahan
Dan kematian awal kekekalan
Karena kematian untuk kehidupan
Tanpa kematian….

Kabarnya, lagu ini ditulis untuk mengenang salah satu teman dekat para personel Efek Rumah Kaca yang bernama Adi Amir Zainun. Dan katanya, sosok Adi ini meninggal pada saat proses pembuatan lagu ini.

Baiklah, sekarang coba kita lihat bait demi bait.
Sangat jelas jika lagu itu menceritakan tentang kematian. Tidak ada yang menarik? Baik, saya jelaskan. Jika pada umumnya lagu yang menceritakan kematian dilihat dari sudut pandang kita yang masih hidup, lagu ini mencoba keluar dari “zona nyaman” nya, dimana Cholil dan Adrian selaku pencipta lagunya, membalikkan sudut pandang tersebut. mereka mencoba membuat lagu tentang kematian dilihat dari orang yang mengalami kematian itu sendiri. Hal ini bisa dilihat pada bait pertama dan kedua, dimana diceritakan jika si Aku mengalami kematian dan dia melihat tubuhnya yang telah terbujur kaku terbaring di dalam mobil ambulan. Bukan hanya itu, si Aku pun mendengar suara sirine dimana ini merupakan ciri khas ambulan dan kematian juga mendengar orang-orang membicarakan tentang pemakaman, menbicarakan rencana untuk menguburkan si Aku ini. Dan seketika si Aku sadar jika dirinya telah meninggal, jika dirinya telah mengalami takdir yang paling pasti untuk setiap makhluk yang bernyawa. Si Aku pun merasa tegang ketika akan membuka jalan menuju Tuhan, ketika dia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan semasa hidupnya.

Tidak hanya itu, diceritkan pula bagaimana si Aku mendengar suara tahlilan dan aroma masakan kesukaan ketika dia sampai di rumah nya. Tentu saja si Aku datang sebagai roh. Bagaimana si Aku bisa tersedu mendengar puluhan orang memanjatkan doa untuk dirinya yang sudah tiada, bagaimana dia tersedu-sedan menghadapi giliran untuk menghadap sang khalik dengan diantar oleh doa-doa dari keluarga dan kerabat dekat.

Pada bait terakhir, Cholil dan Adrian mencoba menceritakan atau memberi pesan untuk semua manusia yang masih hidup, bagaimana cara kematian datang.

Dan kematian keniscayaan
Dipersimpangan atau kerongkongan
Tiba-tiba datang atau dinantikan


Pada penggalan bait di atas, Cholil dan Adrian mencoba menjelaskan jika kematian bisa saja datang secara tiba-tiba atau dinantikan. Dalam hal ini, banyak terjadi kasus atau kejadian ketika manusia yang berumur masih muda harus mati karena kecelakaan. Tanpa melalui proses sakit atau apapun. Tiba-tiba meninggal padahal pagi hari atau sebelumnya terlihat sehat dan ceria. Juga bagaimana kematian menghampiri seseorang yang sudah berumur dengan melewati sakit yang cukup lama. Pada intinya, tidak ada yang tau kapan datangnya kematian kecuali sang Khalik, bisa secara tiba-tiba atau dinantikan, bisa tanpa persiapan atau pun sudah dipersiapkan.

Dan kematian kesempurnaan
Dan kematian hanya perpindahan
Dan kematian awal kekekalan
Karena kematian untuk kehidupan

Pada lirik ini pn, Cholil dan Adrian mencoba menjelaskan makna dari kematian itu sendiri. Mereka mencoba memberitaukan bahwa kehidupan ini tidak pernah abadi, dunia ini hanya sementara dan persinggahan yang mana kita akan memasuki kehidupan yang abadi dan kekal yaitu setelah kematian. Kita tidak akan pernah mati jika kita tidak hidup, begitu pun sebaliknya, kita tidak akan pernah hidup jika tidak mati. Kematian merupakan awal dari kehidupan yang kekal, kematian merupakan kesempurnaan yang dialami manusia. Kematian hanyalah perpindahan untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya yang lebih baik dan lebih kekal. Jika kita tidak mati, maka hidup kita tidak akan pernah mempunyai makna, tidak akan pernah merasakan bagaimana rasanya hidup kekal dalam surga nya Allah karena bagaimana pun tujuan manusia untuk hidup adalah Surga, dan jika kita ingin tinggal di Surga, kita harus menghadapi kematian. Untuk itulah kenapa kematian disebut sebagai perpindahan, awal kekekalan dan tanda kita untuk memulai kehidupan.

Pada lagu kedua yang berjudul Ada merupakan kebalikan dari lagu Tiada, dimana lagu ini menceritakan tentang kelahiran atau proses kelahiran seorang manusia. Bagini liriknya:

Ada (untuk Angan Senja, Rintik Rindu dan

Lirik        : Cholil
Lagu       : Adrian, Akbar dan Cholil

Lalu pecah tangis bayi
Seperti kata Wiji
Disebar biji-biji
Disemai menjadi api

Selamat datang di samudra
Ombak-ombak menerpa
Rekah, rekah dan berkahlah
Dalam dirinya, terhimpun alam raya semesta
Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka

Hingga kan datang pertanyaan
Segala apa yang dirasakan
Tentang kebahagiaan
Air mata bercucuran

Hingga kan datang ketakutan
Menjaga keterusterangan
Dalam lapar dan kenyang
Dalam gelap dan benderang

Tentang akal dan hati
Rahasianya yang penuh teka teki
Tentang nalar dan iman
Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan
Dan tentang kebenaran
Juga kejujuran
Takkan mati kekeringan
Esok kan bermekaran

Kabarnya lagu ini ditulis saat Cholil dan Adrian baru saja memiliki putra dan putri pertamanya yang bernama Angan Senja dan Rintik Rindu. Dimana, Angan Senja merupakan nama dari seorang anak Cholil dan Rintik Rindu adalah nama seorang anak dari Adrian.

Jika saya lihat dan cermati, lagu ini menceritakan tentang proses kalahiran seorang manusia. Bagaimana rasanya ketika kelairan seseorang terlihat begitu dinantikan. Seketika diri kita akan terharu saat satu makhluk bernyawa dapat melihat dumia.

Hal itu terlihat dalam bait pertama…

Selamat datang di samudra
Ombak-ombak menerpa
Rekah, rekah dan berkahlah

Bait diatas menceritkan bagaimana seorang bayi lahir, untuk pertama kalinya melihat dunia dan datang ke dunia yang begitu luas. Dan ketika seorang bayi hadir, berbagai doa dan harapan pun terlontar, mengharapkan kebahagiaan untuk kehidupan sang bayi kelak, mengharapkan keberkahan untuk hidup nya di dunia. Dan setelahnya akan tiba saat nya rasa haru itu hadir, akan tiba saatnya untuk para orang tua berbahagia menyambut bayi yang selama ini dinantikan denga rasa haru juga air mata bahagia yang bercucuran.

Untuk bait selanjutnya, saya kira itu menceritakan tentang ketakutan setiap orang tua ketika mulai mengasuh atau mendidik sang anak, menjaga dan menghidupi sang anak dalam segala hal. bagaimana ketakutan orang tua dalam mendidik sang anak agar menjadi anak yang soleh, rajin, berbakti dan berguna bagi nusa dan bangsa. Dan bagaimana juga para orang tua mengajarkan hal yang tidak bisa diterima oleh nalar manusia, seperti yang ada dalam  bait ini.

Tentang akal dan hati
Rahasianya yang penuh teka teki
Tentang nalar dan iman
Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan


Saya rasa maksud dari bait itu adalah, masa dimana ketika sang anak tumbuh, akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan diterima oleh nalar dan akal pikiran. Untuk hal ini saya rasa, apa yang dimaksud adalah tentang keberagaaan atau hal-hal yang berkaitan dengan terbentuknya manusia, larangan dan aturan yang harus dipatuhi setiap umat manusia agar bisa meraih surga nya Allah. Disini peran orang tua sangat penting, mendidik anak dengan ajaran dan aturan agama agar sang anak menjadi anak yang selalu berada di jalan yang diridhoi Allah, atau lebih singkatnya, agar sang anak bisa mengimani rukun iman.

Kesimpulan dari lagu PUTIH menurut saya adalah, lagu ini memiliki ciri khas dan kekuatan yang berbeda dengan lagu lainnya. Bagaiman Efek Rumah Kaca mampu mengemas lagu dengan diksi yang sederhana namun memiliki makna yang dalam. Lagu ini memang bukan termasuk kategori lagu religi, tapi makna yang terkandung di dalamnya lebih dalam dari lagu-lagu religi yang pernah saya dengar.

Bagaimana cara kita mengimani kematian, mengimani kehidupan yang hanya sebuah persinggahan, dsb. Dan bagi saya pun, kedua lagu ini memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya. Dimana ada kematian, disitulah ada kehidupan, begitupun sebaliknya. Kematian tidak akan terjadi jika tidak ada kehidupan, dan kehidupan tidak akan pernah terjadi jika tidak ada kematian. Banyak orang yang berpikir jika kematian adalah akhir dari segala nya, padahal pada kenyataannya, kematian adalah awal dari kehidupan yang kekal dan abadi. Kenapa kedua lagu ini ditempatkan pada satu tema? Jawabannya adalah, karena kematian dan kehidupan merupakan hal yang saling berkaitan, layaknya siang dan malam, pagi dan sore, kematian dan kehidupan pun merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dan kenapa lagu ini dimasukan ke dalam lagu dengan judul PUTIH? Simpelnya, putih adalah lambing dari kesucian, kematian dan kelahiran adalah hal yang suci, kita lahir dalam keadaan suci, putih bersih, dan kita pun mati memakai kain putih yang bersih dan suci. Tapi ya itu hanya pendapat dan terkaan saya pribadi terhadap lagu yang saya dengar, selebihnya mari kita kembalikan ke[ada pemilik dan pencipta lagu tersebut.

Sekian hal-hal yang bisa saya review untuk lagu PUTIH, semoga bisa diterima dengan baik oleh para pembaca. Mohon maaf untuk segala kekurangan saya dalam mereview lagu ini, dan terima kasih untuk orang yang sudah mau membacanya.

Salam,
Tina Wiarsih

Kamis, 07 Desember 2017

Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa: Manusia Menuju Kehampaan


Pernah denger salah satu lagu Efek Rumah Kaca dengan judul Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa? Yap, lagu yang berada dalam album Kamar Gelap dan telah di rilis pada tanggal 19 Desember 2008 ini mampu menyita perhatian saya dengan music dan liriknya yang sederhana. Sempat berfikir arti dalam lirik ini menceritakan tentang percintaan namun dikemas dengan apik sehingga tidak memunculkan kesan cengeng, ternyata saya salah. Untuk kesekian kalinya saya harus tertipu oleh lagu buatan Cholil Mahmud. Berikut coba saya jabarkan lirik lagu tersebut.

Akan kemanakah aku di bawanya?
Hingga saat ini, menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua

Kau belah dadaku mengganti isinya
Dihisap pikiranku memori terhapus
Terkunci mulutku menjeritkan pahit

Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau dan aku bumi dan langit

(Efek Rumah Kaca – Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa)

Ketika dilihat sekilas, atau ketika saya baru melihat judulnya, saya sudah berpikir jika ini lagu tentang cinta (karena judul tersebut menunjukan pada sesuatu yang bernilai jamak, bukan tunggal), namun saat itu saya tidak begitu memperhatikan liriknya. Yang saya tau, lagu ini sangat enak didengar dengan lirik yang tidak cengeng juga music yang berkualitas. Telah saya simpulkan jika lagu ini mungkin bercerita tentang sepasang kekasih atau sepasang manusia yang dalam perjalanan cintanya mengalami kehampaan. Ketika sebuah hubungan sudah tidak memiliki rasa dan terasa hambar namun masih tetap dijalani. Bagai zombie, pasangan dalam cerita pun tetap melanjutkan hubungan mereka meski semua terasa hampa dan terasa seperti berjalan dalam kehampaan.

Namun, kesimpulan saya harus saya pupus kembali saat saya melihat video klip yang di buat efek rumah kaca. Dalam video tersebut, digambarkan tentang seekor kelinci yang berada dalam satu ruangan dan ditemani oleh seekor serigala. Kelinci tersebut diibaratkan sebagai kelinci percobaan yang telah diprovokatori sang serigala untuk melakukan aksi kejahatan khususnya bom bunuh diri. Dari sana saya mulai berpikir jika lagu ini bukan menceritakan kisah cinta, tetapi menceritakan tentang kehidupan manusia jaman sekarang yang lebih banyak dijadikan kelinci percobaan. Selain itu, kasus pencucian otak manusia pun masuk dalam arti lirik tersebut.

Ada beberapa orang yang menyatakan pendapat, jika lagu ini menceritakan tentang ke over protektifan pasangan kekasih, dimana salah satu dari mereka selalu menuntut pasangannya untuk melakukan ini itu dan tidak membiarkan pasangannya bebas memilih apa yang dia suka. Namun pendapat itu bisa saya bantah ketika melihat video klip yang ada disana. Lantas, kenapa saya harus berpikir arti lirik lagu tersebut menceritakan tentang pencucian otak manusia? Mari kita lihat sebait lirik lagu tersebut.

Akan kemanakah aku di bawanya?
Hingga saat ini, menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua

Bukankah sudah jelas dalam bait dan baris lagu tersebut menceritakan tentang seseorang yang di bawa kesuatu tempat entah dimana. Seseorang yang dicuci otaknya bertanya-tanya akan dibawa kemana dia dan akan diapakan dia? Pada bait ke tiga dan keempat, dijelaskan jika seseorang tersebut dibawa menuju ruang hampa. Menurut saya pribadi, mungkin maksud dari ruang hampa tersebut adalah sebuah ruangan tertutup yang hanya ada mereka berdua. Bukankah biasanya seseorang yang hendak dicuci otaknya berada dalam satu ruangan tertutup, dimana hanya ada si korban dan di pencuci otak disana? Baik lanjutkan pada lirik berikutnya.

Kau belah dadaku mengganti isinya
Dihisap pikiranku memori terhapus
Terkunci mulutku menjeritkan pahit

Dalam baris tersebut, dijelaskan jika di dalam ruangan tertutup itu, si pencuci otak telah membelah dan mengganti isi dadanya. Maksud dari lirik ini adalah, ketika si pencuci otak melontarkan kalimat-kalimat bernada provokator, yang membuat si korban hanyut ke dalam ucapan-ucapannya. Ketika hati dan naluri manusia diganti kemudian menjadikan manusia tidak memliki empati dan simpati satu sama lain. Selain itu, terlihat pula dalam bait kedua, ketika pikiran korban dihapus,  ketika kenangan-kenangan akan hal yang baik seperti norma dan aturan dihisap dan dihapus dari kepala, membuat si korban semakin jauh melangkah pada suatu kejahatan, semakin dalam si korban dibawa pada kehampaan dan semakin dalam pula otak sang korban di hapus dan digantikan dengan hal-hal jahat.
Pada bait ketika, diceritakan jika si korban tidak bisa melawan, tidak bisa memberontak, dan tidak bisa berbuat apapun selain menerima.

Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau dan aku bumi dan langit

Dalam lirik tersebut semakin dijelaskan, jika si korban telah jauh dibawa menuju kehampaan. Mungkin dalam hal ini, diceritakan jika si korban telah lahir kembali sebagai orang baru, dengan pribadi yang baru yang tidak mempunyai simpati dan empati, juga selalu menghalalkan segala cara. Dalam bait pertama dan kedua, sangat jelas jika si provokator, telah menggati isi dadanya dengan batu, dimana dalam hal ini saya menemukan satu majas atau peruampamaan yang jika diartikan, artinya adalah si korban terlah lahir kembali sebagai manusia yang berhati batu atau tidak punya hati. Bukankah itu merujuk pada sifat simpati dan empati manusia? Jika disimpulkan, mungkin setelah dicuci otaknya, si korban jadi mau melakukan apapun perintah di provokator termasuk bunuh diri menggunakan bom, tanpa harus memikirkan nasib orang lain atau orang-orang sekitarnya. Dan ketika kita lihat bait keetiga dan keempat, memiliki arti jika mungkin si korban sudah tidak bisa menolak dan menyuarakkan protesnya. Mulutnya terasa dikunci dan sulit untuk berbicara, bagai berada di tempat terjauh, korban dan provokator bagai bumi dan langit, sangat jauh dan tidak terjangkau. Mungkin maksudnya adalah, ketika si korban tidak bisa melawan provokator karena sang provokator memiliki kekuatan yang begitu beasar hingga tidak bisa terkalahkan oleh si korban, melawan sang provokator atau mengejarnya untuk mengelak, bagai berlari dalam jarak yang sangat jauh seperti berada di bumi dan langit.


Itulah arti dari lirik lagu Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa menurut saya. Lagu yang lagi-lagi membuat saya tertipu dengan artinya yang sesungguhnya. Salut buat Cholil Mahmud yang dengan cerdas mengemas lagu tersebut dengan lirik yang sederhana namun memiliki makna yang begitu dalam, menciptakan lagu yang tidak melulu soal cinta namun masih memikirkan keadaan sekitar pada saat ini, salut juga buat Efek Rumah Kaca yang mengemas musiknya dengan begitu epik, terkesan sederhana namun ternyata sangat bagus. So, buat yang denger liriknya bisa cek di youtube ya J

"Simple Thing Called Love" by Anna Triana

Judul          : Simple Thing Called Love Penulis       : Anna Triana Penerbit      : Elex Media Komputindo ISBN          : 978 - 602 - 0...