seorang wanita yang mempunyai mimpi menjadi penulis fiksi, suka traveling, kuliner juga mencari inspirasi di tempat yang belum banyak dikunjungi orang. Jangan lupakan greentea atau hot chocolate :) welcome to my world, saya harap kalian suka dengan apa yang saya tulis
JNGGA
Rabu, 26 Oktober 2016
SINESTESIA - EFEK RUMAH KACA
Ilmu Politik
Lagu: Adrian
Lirik: Cholil
Dan kita arak mereka
Bandit jadi panglima
Politik terlalu amis
Dan kita, teramat necis
Lalu angkat mereka
Sampah jadi pemuka
Politik terlalu najis
Dan kita teramat klinis
Dan kita dorong mereka
Badut jadi kepala
Politik terlalu kaotis
Dan kita teramat praktis
Lalu dukung mereka
Cendikia jadi pertapa
Politik terlalu iblis
Dan kita teramat manis
Aku akan menjadi karang di lautan mereka
Aku akan menjadi kanker dalam tubuh mereka
Lara di mana mana
Lagu: Adrian dan Cholil
Lirik: Cholil
Sampai kapan kau biarkan
Dia tak berperan
Ditelantarkan harapan, dia kesakitan
Terburai berantakan, tak keruan
Marah di mana mana
Sampai kapan kau ikhlaskan
Dia dihancurkan,
Lumpuhkan alam pikiran dan sekujur badan
Terhampar masa depan, temaram
Lara di mana mana
Reff.
Keajaiban dan khayalan
Taruh di awan,
Kenyataan dalam pelukan
Kelembaman pada tekanan
Raih elan, kepalkan tangan
Sampai kapan kau relakan
Dia kekeringan
Dihisap jiwa raganya, seluruh hidupnya
Marah di mana mana, ta ra ra
Lara di mana mana
Ada Ada Saja
Lagu: Adrian dan Cholil
Lirik: Cholil
Moralis, merasa paling baik
Macam yang paling etis, awas jatuh menukik
Sang martir, inginnya adu fisik
Cupet dan sesat pikir, buah intrik politik
Reff
Ada ada saja, sifat kawan kita
Dipelihara dan budidaya
Macam macam saja, kelakukan kita
Smoga masih bisa bahagia
Fatalis, main yang aman aman
Seolah apolitis, takluk pada keadaan
Mukjizat, hanya di zaman nabi
Tak bisa langsung sehat, dihadapi dikelahi
Ekonomi korban politik
Hukum tunduk pada politik
Pendidikan masuk politik
Olahraga bawa politik
Orang gila akibat politik
Dagang sapi pakai politik
Beragama, buat politik
Keluarga ribut politik
Credit
Cholil: Vokal, Gitar, Keyboard
Adrian: Bas dan Vokal pada Lara di mana-mana, Keyboard
Akbar: Drum, Vokal & Vokal Latar
M. Asranur: Piano
Andi “Hans” Sabaruddin: Gitar
Ricky Surya Virgana: Cello
Monica Hapsari: Vokal Latar
Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar
Mbair: Vokal Latar
Nastasha Abigail: Vokal Latar
BIRU
Pasar Bisa Diciptakan
Lirik: Adrian dan Cholil
Lagu: Cholil
Kami mau yang lebih indah
Bukan hanya remah remah
Sepah, sudahlah
Kami hanya akan mencipta
Segala apa yang kami cinta, bahagia
Kami bawa yang membara
Di dasar jiwa, di dasar jiwa
Menembus rimba dan belantara sendiri
(pasar bisa diciptakan)
Membangun kota dan peradaban sendiri
Kami ingin lebih bergizi
Bukan hanya yang malnutrisi,substansi
Kami bawa yang membara
Di dasar jiwa, di dasar jiwa
Menembus rimba dan belantara sendiri
(pasar bisa diciptakan)
Membangun kota dan peradaban sendiri
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan ooooo
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan
Cipta Bisa Dipasarkan
Lirik: Cholil
Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil
Dari kegelisahan dipadatkan dengan cinta
Bergemuruh di dada jauh dari mereda
Fantasi yang menggila bercampur rasa kecewa
Pelan-pelan hilangnya jadi sepercik cahaya
Oh cahaya, akhirnya kita sampai juga
Temukannya, sinarnya pun dibagi rata
Berbinar binar hidup bergelora
Oh cahaya la la la la lalala
Imajinasi rasa takut larut didalamnya
Tak terkira siksanya, hingga capai bahagia
Amarah angan angan berhamburan berkejaran
Akan terus mendera hingga titik terangnya
Kegelapan masih membayang
Menyelimuti, menolak pergi
Mencari ruang gerak ditentang
Dan menjadi ironi
Credit:
Cholil : Vokal , Gitar dan Vokal latar
Adrian: Bas & Harmonika, Vokal Latar
Akbar: Drum & Vokal Latar
Mbair: Vokal dan Vokal Latar
Agustinus Panji Mardika: Trumpet
JINGGA
Hilang
Lagu: Adrian, Akbar & Cholil
Lirik: Cholil
Rindu kami seteguh besi
Hari demi hari menanti
Tekad kami segunung tinggi
Takut siapa? semua hadapi
Yang hilang Menjadi katalis
Disetiap kamis
Nyali Berlapis
Marah Kami
Senyala api
Di depan istana berdiri
Yang hilang menjadi katalis
Disetiap kamis
Nyali berlapis
Yang ditinggal
Takkan pernah diam
Mempertanyakan kapan pulang ?
Dedy Hamdun HILANG Mei 1997
Ismail HILANG Mei 1997
Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998
Hendra Hambali HILANG Mei 1998
M Yusuf HILANG Mei 1997
Nova Al Katiri HILANG Mei 1997
Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998
Sony HILANG April 1997
Suyat HILANG Februari 1998
Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998
Yadin Muhidin HILANG Mei 1998
Yani Afri HILANG April 1997
Wiji Tukul HILANG Mei 1998
Nyala Tak Terperi
Lagu: Adrian
Lirik: Cholil
Ku bermandi cahaya mentari
Mendarah mendaging
Dan menjadi energi
Ku menelan cahaya rembulan
Menjadi harapan,
Nyala tak terperikan
Segala gulita sirna
Terkikis doa
Semua indra terbuka
Berfungsi mata
Yang hilang,
Berganti hingga tak terbilang
Cahaya, ku jelang
Cahaya, Ayo Berdansa..
Lagu: Adrian, Akbar & Cholil
Instrumental
Credit:
Akbar: Drum dan Vokal Latar
Adrian: Bas, Vokal pada Nyala Tak Terperi, & Vokal latar.
Cholil: Gitar, Vokal & Vokal Latar
Monica Hapsari: Vokal dan Vokal Latar
M. Asranur: Piano
Mbair: Vokal Latar
Nastasha Abigail: Vokal Latar
Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar
HIJAU
Keracunan Omong Kosong
Lirik: Cholil
Lagu: Adrian & Akbar
Apa yang kau tawarkan, bukan pengetahuan
Ucapan miskin pemikiran
Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan
Ujaran penuh kemunafikan
Keracunan omong kosong
Reff
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari handal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal
Dakunya, seluas cakrawala
Padahal, hanya segitu saja
Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan
Hujatan kudapan andalan
Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan
Kebencian menjadi pegangan
Keracunan omong kosong
Kembali ke reff
Maunya, sempurna tanpa cela
Ternyata, retak di mana-mana
Cara Pengolahan Sampah
Lirik: Cholil
Lagu: Adrian
Dalam demokrasi
Sampahpun meninggi, cari eksistensi
Bukan disesali, atau dimungkiri
Jangan dibaui, diatasi
Dialihfungsi, ke energi
Dipilah, dipisah
Agar gampang diubah, biar mudah diolah
Yang basah, alamiah
Tanam di tanah, mestinya berfaedah
Yang plastik, problematik
Mending diutak atik, jadi hiasan apik
Yang organik, pemantik
Diotak atik, berharap jadi listrik
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)
Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)
Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)
Credit:
Adrian: Bas & Vokal Latar
Akbar Drum & Vokal Latar
Cholil: Gitar, Vokal, Recorder, Keyboard, & Vokal Latar
Agustinus Panji Mardika: Trombone, Trumpet, Flute, Clarinet
Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Gitar dan Vokal Latar
Monica Hapsari: Vokal Latar
Mbair: Vokal Latar
Nastasha Abigail: Vokal Latar
PUTIH
Tiada (untuk Adi Amir Zainun)
Lirik: Adrian dan Cholil
Lagu: Adrian dan Cholil
Saat kematian datang
Aku berbaring dalam mobil ambulan,
Dengar, pembicaraan tentang pemakaman
Dan takdirku menjelang
Sirene berlarian bersahut-sahutan
Tegang, membuka jalan menuju tuhan
Akhirnya aku usai juga
Saat berkunjung ke rumah,
Menengok ke kamar ke ruang tengah
Hangat, menghirup bau masakan kesukaan
Dan tahlilan dimulai
Doa bertaburan terkadang tangis terdengar
Akupun ikut tersedu sedan
Akhirnya aku usai juga
Oh, kini aku lengkap sudah
Dan kematian, keniscayaan
Di persimpangan, atau kerongkongan
Tiba tiba datang, atau dinantikan
Dan kematian, kesempurnaan
Dan kematian hanya perpindahan
Dan kematian , awal kekekalan
Karena kematian untuk kehidupan tanpa kematian
Ada (Untuk Angan Senja, Rintik Rindu dan semua harapan di masa depan)
Lirik: Cholil
Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil
Lalu pecah tangis bayi
Seperti kata wiji
Disebar biji biji
Disemai menjadi api
Selamat datang di samudra.
Ombak ombak menerpa
Rekah rekah dan berkahlah
Dalam dirinya, terhimpun alam raya semesta
Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka
Hingga kan datang pertanyaan
Segala apa yang dirasakan
Tentang kebahagian
Air mata bercucuran
Hingga kan datang ketakutan
Menjaga keterusterangan
Dalam lapar dan kenyang
Dalam gelap dan benderang
Tentang akal dan hati
Rahasianya yang penuh teka teki
Tentang nalar dan iman
Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan
Dan tentang kebenaran
Juga kejujuran
Tak kan mati kekeringan
Esok kan bermekaran
Credit:
Akbar: Drum dan Vokal Latar
Adrian: Bas, Narator dan Vokal Latar
Cholil: Gitar dan Vokal
M. Asranur: Piano
Monica Hapsari: Vokal Latar
Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar
Nastasha Abigail: Vokal Latar
Mbair: Vokal Latar
Agustinus Panji Mardika: Trombone, Trumpet
KUNING
Keberagamaan
Lirik: Adrian
Lagu: Cholil
Tentang nubuat mencerahkan
Berlabuh dalam keheningan
Menyapa dalam keramaian
Pada batas yang dirasakan
Resah
Manusia mengonsepsi tuhan
Bernaung di dalam pikiran
Mencari setiap jejakNya
Mengulas semua kehendakNya
Apa wujudnya
Apa misinya
Manusia menafikan tuhan
Melarang atas perbedaan
Persepsi dibelenggu tradisi
Jiwa yang keruhpun bersemi
Nihil maknanya
Hampa surganya
Hampa
Karena cinta bersemayam dalam jiwa
Keberagaman
Lirik: Adrian dan Cholil
Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil
Terjerembap demi akhirat
Akalnya lenyap, hati berkarat
Hati berkarat, cacat, pekat, jahat
Beragam, berwarna
Lestarilah tumbuhnya
Bermacam agama
Dipancarkan cintanya
Semua bertautan
Nihilis, Humanis
Dilebur harapannya
Yang hening, Yang bising
Diserap hakikatnya
Semua dihisabnya, sebab akibatnya
Bila matahari sepenggal jaraknya
Padang yang luas tak ada batasnya
Berarak beriringan
Berseru dan menyebut ….Dia..
Credit:
Adrian: Bas, Keyboard, Vokal Latar
Akbar: Drum & Vokal Latar
Cholil: Gitar, Piano, Vokal & Vokal Latar
Wahyu Hidayat: Flute
M. Asranur: Piano
Khansa Novriandra: Vokal Latar
Farrah Diva Risani: Vokal Latar
Fani Suci Pradita: Vokal Latar
***
Sumber: http://efekrumahkaca.net/en/news/erk-s-latest-news/item/766-lirik-sinestesia#.WBCyx1D-JAg
Senin, 26 September 2016
"Detective Conan Movie 20: The Darkest Nightmare." Awesome!!
Perang Baratayudha
wangenan data dina statistika (ditulis menggunakan bahasa sunda)
- Kembang malati leuwih seungit tibatan kembang eros.
- Tong meuli baju di toko A, éta mah bajuna marahal.
- Andika leuwih kurus di taban Tatang.
- Warung asakan Bu Déti mah leuwih payu sabab
masakanna leuwih ngeunah ti warung asakan Bu Épon.
- Ti bulan Séptémber nepi Désémber biasana asup kana
usum hujan.
- Jumlah siswa di SDN 1 Pagadén taun ajaran 2015-2016
aya 250 siswa, nya éta 150 siswi jeung 100 siswa.
- Guru anu ngajar di SD Kampung Rambutan dina taun
2015 aya 18 urang.
- Waktu di ajar sisnya SD kelas 4 nya éta 6 jam.
- Jumlah mahasiswa Sunda angkatan 2013 anu miluan PON
aya 15 urang.
- Peserta SPMB dina taun 2004 aya 120.000 jalma.
- Kondisi kelas nalika prosés pangajaran Basa Sunda
lumangsung di SMPN 12 Bandung kelas VIIIF teu kondusif.
- Jumlah Mahasiswa di UPI Jurusan Pendidikan Bahasa
Daérah angkata 2013 aya 90 jalma.
- Umur mahasiswa pendidikan Bahasa Daérah UPI
angkatan 2014 rata-rata 20 taun.
- Bebedaan motivasi gawé karyawan golongan II, III,
IV di UII.
- Lobana nu dagang buah jeruk sapoé dimeunangkeun
tina wawancara.
- Tina katerangan kepala desa Gunung Sembung, mata
pencaharian masarakatna lolobana patani.
- Kaaktifan siswa nalika proses diajar-ngajar tina
panalungtikan guru.
- Sacara astronomis Indonésia aya diantara 6° LU-11°
LS jeung antara 95° BT-141° BT anu dimeunangkeun tina buku.
- PH taneuh di pegunungan Bromo dimeunangkeun tina
buku.
- Minat siswa anu haying asup perguruan tinggi dimeunangkeun
ti guru BK dina taun 2009 nepi ka 2011.
- Jumlah penumpang beus pariwisata 40 urang.
- Jumlah Sakola SD Negeri di Kecamatan Sukamuyla aya
18.
- Jumlah penduduk di kecamatan Sukajadi aya 246.867
jalma.
- Jumlah mahasiswa lalaki di Departemen Bahasa Daérah
angkatan 2014 aya 38 jalma.
- Jumlah lansia di kabupaten Subang aya 165.098
jalma.
- Panjang tali pramuka téh 1.8 meter.
- Tinggi badan Ahmad nya éta 150,5 centimeter.
- IQ Budi nya éta 120.
- Suhu udara di kelas 24°C.
- Ukuran sapatu kuring nya éta 37.
- Dumasar jenis kelamin. (1) lalaki (2) awéwé
- Dumasar status perkawinan (1) tacan nikah, (2)
Nikah, (3) Randa/duda.
- Dumasar status KTP (1) pelajar, (2) karyawan, (3)
Nikah.
- Dumasar jenis olahraga, (1) Baskét, (2) ténis, (3)
renang.
- Dumasar barang anu dihasilkeun hiji mesin, (0)
cacat, (1) teu cacat.
- Dumasar tingkat pendidikan
- Dumasar tingkat prestasi.
- Dumasar niai préstasi
- Dina skala Likert
- Dumasar pangkat ABRI
Selasa, 03 Mei 2016
Surat Untuk Mantan Kekasih
Karya: Edwar Maulana
Jika kau percaya
bahwa segala yang ada
itulah yang kelak tak ada
dan mesti diabaikan.
Maka saat ini
ketika kau dan aku kembali
menjadi seorang dari sepasang
menjadi separuh dari seutuh
menjadi kenangan
yang terasa dekat
padahal sebenarnya
sangat jauh dan mustahil
ditempuh.
Tak perlu bertanya kabar
atau khawatir pada apa
yang akan aku lakukan.
Sebab kau tahu
kabar baikku hanya ketika
sedang bersamamu.
Aku tahu, setelah pertemuan
perpisahanlah yang mesti
dihadapi.
Sementara upaya melupakan
menjadi bagian terburuknya.
Aku mesti melupakanmu
meski kau telah menjelma
segala sesuatu yang terlalu
mudah diingat.
Bukanlah sesuatu
yang terlalu mudah diingat
itu akan sulit dilupakan.
Aku akan melupakanmu
meski sebenarnya
akan mengingat.
Aku akan berusaha
melupakanmu
meski melupakan
tak semudah berpisah
atau berbohong.
Aku berbohong
jika aku katakan saat ini
aku tak mencintaimu.
Aku juga percaya
seperti setiap tubuh
cocok bagi setiap ruhnya
begitu juga cinta.
Hanya saja mungkin
kita bukanlah milik kita
aku bukan milikmu
dan sebaliknya.
Kau tahu
segala yang bukan milik kita
akan lepas, sekuat apapun
kita menggenggamnya.
Tapi biarlah
lagipula kehilangan melulu
berbanding lurus dengan
kepemilikan.
Kita akan kehilangan
sesuatu yang tak kita
dan orang lain
inginkan, bahkan.
Maka milikilah
terimalah bentuk
terburuk dari perpisahan
sebaik kira menerima
pertemuan, cinta
dan kematian.
Tagged: 23:23 (W)
Sabtu, 16 April 2016
Analisis Struktural Fiksional Dina Novel Kembang-Kembang Petingan Karya Holisoh M.É
Ajén dina karya satra téh loba pisan. Aya anu ngandung ajén atikan aya ogé anu ngandung ajén moral. Urang cokot baé karya sastra dina ajén moral anu raket patalina jeung kaayaan masarakan jaman ayeuna. Dina jaman kiwari loba pisan kahirupan masarakan anu pinuh ku rusiah umum. Salah sahijina dina kahirupan peuting. Geus jadi rusiah umum di masarakat mah kahirupan peuting téh, kahirupan jalma jalma anu butuh "hiburan" jeung kapuasan batin.
Salah sahiji contona aya dina novel kembang-kbang petingan karya holisoh M.É. Dina novel éta ngagambarkeun kahirupan masarakan jaman kiwari anu serba marahal. Duit anu geua eweuh hargaan jeung héséna néangan gawé dimana dimana. Hal éta anu nyieun sababaraha jalma milih jalan anu salah, salah sahijina gawé di dunya peuting.
Téori anu di paké dina ieu analisis nya éta téori struktural nu dimekarkeylun ku Robert Stanton. Dina ieu analisis, stanton ngabagi dua unaur instrinsik fiksi, nya éta fakta carita jeungbsarana carita. Stanton ngabagi unsur fakta carita jadi opat bagéan nya éta alur, tokoh, latar, jeung téma. Sedengkeun sarana carita aya judul, sudut pandang, gaya basa jeumg nada, simbolismeu jeung ironi.
Fakta Carita
Karakter, alur, jeung latar kaasup kana fakta carita anu miboga fungsi salaku catetan kajadian imajinatif tina hiji carita. Elemen ieu ogé bisa disebut struktur faktual atau tingkatan faktual carita. Struktur faktual nya éta salah sahiji aspek carita atawa carita anu disorot tina hiji sudut pandang (Stanton, 2007:22). Unsur-unsur anu aya patalina jeung fakta carita nya éta:
1. Alur
Alur nya éta runtuyan kajadian-kajadian dina hiji carita. Alur mangrupakeun tulang punggung carita anu miboga dua hal pikeun ngawangun alur nya éta konflik jeung klimaks. Dina unggal karya sastra saperti novel, carpon, dongeng, jeung naskah drama, pasti boga konflik jeung klimaks. Biasana awal carita, konflik anu aya mangrupakeun konflik ringan anu beuki dieu beuki gedé nepi ka ahirna panggih jeung klimaks anu mangrupa puncak tina konflik. Mun geus nyanghareupan klimaks biasana sok dibarengan ku solusi. Alur kabagi jadi tilu bagéan nya éta aya alur maju, alur mundur atawa flashback jeung aya alur maju-mundur.
Dina novel Kembang-Kembang Petingan karya Holisoh M.É, alur anu dipake nya éta alur maju mundur. Dimana runtuyan caritana maju tapi dina hiji mangsa aya mangsa katukangnya (ngawawaas kajadian heubeul). Konflik anu aya ogé nyusun ti mimiti konflik awal, puncak konflik, jeung klimaks. Dina novel Kembang-Kembang Petingan karya Holisoh M.É mah teu aya solusi atawa penyelesaian. Sabab ahir carita di jieun ngagantung.
Dina novel Kembang-Kembang Petingan, konflik dimimitian ku hayangna Tita (enok) kaluar ti tempat prostitusi. Manéhna ngalaman perang batin antara kahayang jeung kanyataan. Manéhna hayang robah jadi jalma bener, tapi kahirupan anu ngabalukarkeun manéhna kudu angger cicing di eta tempat. Loba lalaki pelangganna anu nyaram Tita ngalayanan lalaki lian tapi teu wani ngawin, sedengkeun kahayang Tita, manéhna di angkat jadi jalma bener, dikawin ku lalaki anu nyaram manéhna ngalayanan lalaki lian. Tapi lolobana lalaki anu datang kadinya mgan ukur bisa nyaram tapi teu daék ngawin. Konflik lian datang waktu pagawéan Tita anu sabenerna kanyahoan ku kolotna di lembur. Tita kungsi diusir ku kolotna teu menang balik deui ka lembur.
Puncak konflik datang waktu Tita diangkat jadi jalma bener ku salah sahiji pelangganna anu ngarana Handi, ngan hanjalakan dijadikeun pamajikan anu kadua. Sanajan manéhna hirup dina tempat anyar, tapi kadieu-kadieu tempat anyarna teu narima manéhna sabab manéhna urut ungkluk. Sakabéh tatangga pada ngaromongkeun ngeunaan pagawéan Tita anu heubeul. Katambah deui aya hiji warna anu nanya ka pembantuna ngeunaan pagawéan Tita baheula.
Terakhir klimaks. Klimaks datang basa pamajikan kahiji Handi apal kana kalakuan salakina. Dina hiji poé pamajikan Handi datang ngontrog Tita, tur ngabejaan yén si Handi bisa beunghar lantara kawin ka manéhna. Pamajikan kahiji Handi ménta Tita tong ngadeukeutan deui Handi. Tina anu basa éta keur hamil teu bisa kukumaha salian ti cicing nyanghareupan takdir hirup manéhna. Ahir tina carita éta teu aya solusi, sabab ahirna si pangarang nyieun anu maca bisa mikir éta ahirna bakal pikumahaeun, naha Tita bakal terus ajeg cicing jeung Handi atawa manéhna kudu asup deui kana dunya peuting anu heubeul kawas baréto?
Alur maju-mundur cocok pisan keur carita ieu, sabab anu maca di ajak nyawang ka kajadian heubeul basa Tita can gawé di kota jadi awéwé bangor, kana alesan manéhna bisa jadi awéwé bangor. Tuluy anu maca di ajak pikeun ningali kahirupan Tita di hareupna.
2. Tokoh atau Karakter
Tokoh téh bisa di sebut karakter biasana dipaké dina dua konteks nya éta ngarujuk kana individu-individu anu aya dina cariya. Anu kadua ngarujuk kana rupa-rupa pencampuran tina sababaraha kapentingan, kahayang, emosi jeung prinsip moral tina individu-individu.
Dina novel Kembang-Kembang Petingan Karya Holisoh M.É aya tilu tokoh utama. Masing-masing tokoh boga karakter sewang-sewangan anu matak ngadukung kana carita atau konflik anu disanghareupanna. Tokoh anu kahiji nya éta awéwé bangor anu hirup di tempat prostitusi, manéhna boga karakter anu kuat, lain ngan saukur karakter tapi ogé tekad. Wanian dina jalan bebeneran, teu sieun asal manéhna teu salah. Tokoh anu kadua nya éta lalaki anu sok datang ka tempat prostitusi, boga karakter lalaki bageur tapi sabenerna mah sarakah, licik tur teu tanggung jawab. Sagala kagorenganna di sumputkeun dina sifat manéha anu hadé. Tokoh katilu nya éta awéwé anu gedé ambek, mangrupakeun pamajikan tokoh kadua anu teges tur wanian. Ditilik sakilas mah tokoh katilu ieu siga lain tokoh utama, tapi kanyataanna manéhna boga konci anu matak ngahirupkeun jalan carita dina novel novel éta.
Tokoh sejénna nya éta tokoh panglengkep anu ngadukung jalan carita sangkan teu garing. Loba anu jadi tokoh panglengkep teh, diantarana nya éta aya babaturan tokoh utama anu sarua gawé di tempat prostitusi, aya tatangga-tatangga di tempat anya si tokoh utama, aya indung, bapa, adi jeung anak si tokoh utama, aya tatangga si tokoh utama basa di lembur, aya pelanggan anu sején anu datang ka tempat prostitusi.
Kaonjoyan dina novel ieu, pangarang bisa ngahirupkeun karakter dina tokoh anu dijieun sangkan carita ieu katingali realna. Nembongkeun yén dina kahirupan masarakat, karakter samodel kitu téh aya waé. Karakter antagonis jeung protagonis teu leupas tina kahirupan urang di dunya.
3. Latar
Latar nya éta lingkungan anu ngawengku hiji kajadian dina carita. Latar bisa ngawujud dekor tur bisa ngawujud waktu-waktu anu tangtu. Latar boga pangaruh kana karakter-karakter, bisa ogé jadi conto representasi téma. Dina sababaraha carita bisa ditilik yén latar miboga daya pikeun ngamunculkeun tone jeung mode emosional anu ngawengku karakter. Tone emosional ieu disebut atmosfer. (Stanton, 2007:35-36).
Latar anu dipaké dina novel Kembang-Kembang Petingan karya Holisoh M.É geus saluyu dina karakter jeung tokoh. Dina novel ieu latar anu di paké nya éta warung remang-remang sakaligus imah anu dicicingan ku para jalma anu gawé di tempat prostitusi éta. Ayana dialog jeung kajadian kajadian di warung éta nambah kesan realistis kana éta carita. Aya ogé latar di hiji imah kontrakan anu merenah di hiji komplek, éta ogé saluyu pisan lamun ditinggali tina kayaan jeung karakter tokoh.
4. Tema
Téma mangrupa aspek carita anu sajajar jeung makna dina pangalman manusa, hiji hal anu ngajadikeun pangalaman anu tuluy diinget. (Stanton, 2007:36).
Téma anu dipaké di novel ieu mgangkat kahirupan masarakat di kota. Téma jeung sakabéh unsurna geus saluyu, boh téma jeung tokoh bph téma jeung latar.
Sarana Carita
Sarana-sarana sastra bisa diartikeun salaku metode (pangarang) dina milih tur nyusum detail carita supaya pola-pola anu ngandung makna kahontal. Metode ieu perlu lantaran anu maca bisa ningali rupa-rupa fakta ngaliwatan pangarang, maham kana maksud fakta-fakta supaya bisa ngabagi pangalaman. (Stanton, 2007:46 47).
1. Judul
Judul raket patalina jeung carita sacara gembleng lantaran ningalikeun karakter, latar, jeung téma. Judul mangrupa hiji konci dina carita tur biasana ngandung eusi sondiran-sindiran dina kana kondisi anu rék dikritik ku pangarang atau mangrupa kasimpulan dumasar kayaan anu sabenernadina carita. (Stanton, 1965:25-26)
Dina novel Kembang-Kembang Peringan karya Holisoh M.É ini judul sabenerna teu saluyu jeung naon anu dicarikeun. Pangarang méré judul "kembang-kembang petingan" ningalikeun kana kaayaan tempat prostitusi anu jalma-jalamna mangrupakeun jalma petingan hungkul. Tapi sacara spesifik, ieu novel teu ngabahas ngeunaan jalma petingan, anu dibahas nya éta ngeunaan tokoh utama anu kaasup jalma petingan anu ngalaman perang batin antara eureun tina gawé peuting atau tuluy.
2. Sudut Pandang
Dina bukuna, Stanton ngabagibdua sudut pandang jadi opat tipe pokok, anu kahiji nya éta jalma kahiji anu utama, jalma kadua - jalma sampingan, jalma katilu -jalma sampingan, jeung jalma kaopat teu kawates.
Dina novel Kembang-Kembang Petingan karya Holisoh M.É pangarang ngagunakeun sudut pandang kahiji anu utama, sabab dina éta novel basa anu dipaké ngagambarkeun eusi haté si tokoh utama. Hal ieu miboga arti yén pangarang apal kana kabéh seluk beluk anu aya dina novel ieu, anu di buktikeun ku apalna kana sakabéh tékték bengék anu aya dina éta carita. Euweuh hal anu luput tina kacamata tokoh utama.
3. Gaya jeung Tone
Dina sastra, gaya nya éta cara pengarang dina maké basa. Unggal jalma pasti boga gaya basa atau gaya tulisan anu béda sanajan téma, alur, latar na sarua. Kitu deui anu disebut tone. Tone nya éta sikep emosional pangarang anu ditingalikeun dina carita.
Dina novel ieu, tone anu kaciri aya sina karakter jeung latar dina carita, sakabéh tokohna maénkeun karakter dumasar kana kaayaan masarakat anu memang bener-bener nyata. Basa anu di gunakeun ogé kalayan gampil tur kaharti kunu maca, komo deui ka jalma anu kakara pisan maca novel sunda. Basama ringan tapi kaharti maksud jeung tujuan anu rék ditepikeun ku pangarang.
4. Simbolisme
Simbolisme miboga tilu efek, masing-masig gumantung kana kimaha simbol anu aya patalina digunakeun. Anu kahiji, simbol bisa aya dina hiji kajadian penting, dua simbol bisa ditingalikeun terus-terusan, katilu simbol anu aya dina carita konteksna beda-beda. (Stanton, 2007:65).
Salah satu bentuk simbol yang khas adalah „momen simbolis‟. Istilah ini dapat disamaan dengan „momen kunci‟ atau „momen pencerahan‟ (dua istilah ini sering dipakai oleh para kritisi). Momen simbolis, momen kunci, atau momem pencerahan adalah tabula tempat seluruh detail yang terlihat dan hubungan fisis mereka dibebani oleh makna (Stanton, 2007:68).
Dina novel ieu, simbol ani aya saeutik pisan, hampir euweuh. Simbol anu aya nya éta dina kahirupan sapopoé.
5. Ironi
Ironi boga maksud salaki cara pikeun ningalikeun yén hiji hal bisa patulang tonggong jeung hal anu saméméhna. Ironi bisa ditéangan dina sakabéh carita. Ironi ngabogaan dua jenis nya éta ironi dramatis ieung tone ironis. (Stanton, 2007:71).
Dina novel ieu, ironi anu dipaké nya éta ironi dramatis. Dimimitian ku perang batin si tokoh utama antara hayang kaluar ti tempat gawé prostitusi atawa angger gawé didinya lantaran alasan kahirupan anu teu nyukupan. Dina carita ieu ayana hal anu patukang tonggong antara kahirupan jeung kahayang. Pangaran boga maksud nepikeun yén naon anu dipikahayang ku urang teu sakabéhna bisa kahontal lantaran ayana sababaraha faktor, salah sahiji faktor kahirupan anu serba kakurangan.
Rabu, 04 November 2015
4 November
Lihat!
Masih ingatkan sengan salah satunya?
Ya.
Sesuatu yang diberikan dengan kebahagiaan.
Berbeda namun sama.
Untuk tempat yang berbeda
Untuk waktu yang berbeda
Untuk keadaan yang berbeda
Aku bersumpah itu semua tidak ada artinya
Kita sama
Cerita kita sama
Rasa kita sama
Makna kita sama
Satu tahun kita saling mengenal, tidak membuat aku menyesal
Menyesal telah mengenalmu
Kau harus tau, kau adalah anugrah terindah yang dituliskan Tuhan pada satu takdir
Kau adalah makhluk rupawan yang diperkenalkan Tuhan untukku
Untuk semua waktu, untuk semua cerita, dan untuk semua rasa.
Aku bertaruh, perasaan ini masih tetap sama.
Bandung, 4 November 2015
Senin, 02 November 2015
Senja
"Jadi? Apa yang kamu tunggu?" Ucapnya lagi dengan senyum miringnya yang khas.
Aku menoleh. Menatapnya tepat di manik mata. Memperhatikan mata biru, sebiru samudranya, memperhatikan senyumnya yang ramah dan bibirnya yang tipis.
'Dia memiliki mata yang indah,' pikirku.
Hanya beberapa detik, sampai akhirnya aku kembali menatap senja di hadapanku. Aku terdiam cukup lama.
"Senja" jawabku akhirnya pada pria bernama Senja.
Bandung, 2015
Minggu, 24 Mei 2015
Mungkin puisi
Dalam rinai hujan, kutitipkan doa untukmu dalam benak juga jiwaku
Kulantunkan sebait kata kata yang terbaik untuk keselamatanmu
Kusisipkan satu permohonan untukmu juga aku agar senantiasa menjadi kita
Dalam waktu yang terus bergulir,
Kusimpan kenangan terindah bersamamu
Kubingkai dalam tawa juga tangis. Sesekali
Kubuka ketika aku meradakan rasa yang tak biasa dan bergejolak dalam relung hati yang tak berdasar
Kusimpan rasa yang tak kunjung hilang pada tempat yang paling aman
Agar sesekali aku dapat mengenangmu,
Tentang kau, aku juga kita.
Dalam setiap sujudku,
Kulantunkan namamu dalam bibir dan hatiku
Kusisipkan sebuah nama yang terus ada dalam pikiranku juga hatiku
Kuucapkan satu nama yang tak pernah ingin aku kulapakan sampai akhir hayat
Agar selalu terkenang dalam jiwa, memori, juga kenangan yang terus terpatri dalam kerinduan. Sesekali
Ya. Hanya sesekali
Senin, 11 Agustus 2014
Tawa Yang Perlahan Lenyap
Disaat canda dan derai air mata kebahagiaan lenyap
Disaat itu juga sepi mulai menyeruak
Sepi yang menikam ditengah malam dengan ditemani seekor laba laba yang berada di sudut ruangan
Perlahan sepi itu mulai merasuk dalam kalbu
Terus menusuk hingga ke jiwa
Aku merasakan desiran angin menemani sepi
Mereka menjelajahi tubuhku dengan leluasa
Mehujat relung hati, menusuk tulang da darahku, dan perlahan berjalan menyusuri otakku
suara cicak pada sudut kamar terdengar, seketika menguapkan rasa sepi
Pelan namun pasti suara cicak itu lenyap seiring dengan berjalannya cicak itu keluar ruanganku
Rasa sepi mulai menyelimuti kembali
Kemanakah tawa riang selama ini?
Kemanakah tawa canda yang selama ini bersemayam dalam jiwaku?
Apakah mereka pergi dengan angin malam yang selalu berhembus di depan jendela kamarku?
Atau mereka bosan terus berada dalam jiwaku?
Jumat, 01 Agustus 2014
Dear, You
Dear you,
Hey apa kabarmu saat ini?
Aku harap kamu baik baik saja sayang.
Oya taukah kamu bahwa saat ini aku sangat amat merindukanmu?
Entahlah namun kenangan tentang kita terlintas begitu saja dalam benakku.
Sayang,
Aku berbohong jika kukatakan aku masih mencintaimu seperti dulu
Aku berbohong jika rasa cintaku terhadapmu masih besar seperti beberapa tahun terakhir saat kita sering berjumpa.
Yang ada hanyalah rasa cintaku yang berkurang, rasa ini perlahan terkikis hingga menipis kemudian hilang.
Taukah kau jika aku tak lagi memikirkanmu setiap detik hingga membuatku sesak terbakar oleh rasa rindu yang tak terkabul
Bukankah itu baik?
Ya. Aku berhasil
Aku telah berhasil sedikit melupakanmu beberapa terakhir ini.
Tapi apakah kau tau sayang?
Kenyataannya yang terkikis hanya rasa cintaku, tidak untuk rasa rindu
Uap rindu tak bisa menghilang bersamaan dengan rasa cintaku
Aku tak mengerti. Terkadang rasa rindu ini begitu menyiksaku. Ada permintaan yang menggila dalam diam jika aku mengingatmu
Ada suara yang berteriak dalam keheningan
Memintaku, memaksa hingga memohon agar aku mengeluarkan rasa rindu yang tertumpuk dan bergejolak dalam diriku.
Terkadang rasa rindu itu muncul hanya karna hal kecil. Aku tak tahu mengapa mereka begitu meminta agar keinginan mereka terpenuhi
Mungkinkah karna kenangan?
Mungkinkan karna terlalu banyak hal hal yang tlah kita lalui sekian tahun lalu?
Tapi kau tak usah khawatir sayang, aku akan mengingatmu sesekali seperti yang selama ini aku lakukan. Aku akan merindukanmu sesekali seperti yang selama ini aku lakukan. Tenanglah. Aku pasti bisa melakukannya. Untukmu. Untukku dan untuk dia. Aku bisa
Ingatlah. Aku bisa.
Bandung, 1 Agustus 2014
"Simple Thing Called Love" by Anna Triana
Judul : Simple Thing Called Love Penulis : Anna Triana Penerbit : Elex Media Komputindo ISBN : 978 - 602 - 0...
-
Pernah denger salah satu lagu Efek Rumah Kaca dengan judul Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa? Yap, lagu yang berada dalam album Kamar Gelap d...
-
Karya: Edwar Maulana Jika kau percaya bahwa segala yang ada itulah yang kelak tak ada dan mesti diabaikan. Maka saat ini ketika kau da...
