satu kata yang tersiap
menyibak mata akan satu rasa
dalam rintihan tangis malam
mungkin itu adil,
saat rindu tak lagi nyata
saling menggenggam kemudian melepas
dan hilang terbawa hujan
rintik yang kian bergemuruh
saking memeluk kemudian membunuh
tenggelam dalam ramai
sunyi dalam riak
ah hujan,
kau membawakan rindu yang entah kemana
entah pada malam
atau mengalirkannya hingga muara terakhir
Bandung, 2013
seorang wanita yang mempunyai mimpi menjadi penulis fiksi, suka traveling, kuliner juga mencari inspirasi di tempat yang belum banyak dikunjungi orang. Jangan lupakan greentea atau hot chocolate :) welcome to my world, saya harap kalian suka dengan apa yang saya tulis
JNGGA
Minggu, 23 Maret 2014
Kamis, 13 Maret 2014
entahlah
Aku tak tau perasaan apa yang menyelimutiku pagi ini
Terlalu berkecamuk dan bercampur dalam dada
Terlalu banyak rasa yang tlah kuukir pada hati dan jiwaku
Lantas perasaan apa yang sesungguhnya aku rasakan pagi ini jika terlalu banyak rasa yang berkecamuk?
entahlah
Hanya saja semua terasa hampa.
Separuh jiwaku telah menghilang ntah kemana. Haruskah kucari jiwa itu? Atau biarkanlah jiwa itu menghilang agar aku lebih baik?
Sepintas aku merasakan sakit juga sesak namun rindulah yang juga kurasakan saat ini
Tapi itu hanya sepersekian persen dari apa yang aku rasakan
Kenyataan membuatku berfikir bahwa aku seharusnya tak berada disini
Tak memasuki ruang yang tak seharusnya kumasuki
Perbedaan dimensi juga waktu lah menghambat segalanya, namun rasa ini begitu besar hingga sanggup mengendalikan pikiranku
Mengendalikan otakku kemudian otot otot syarafku hingga akhirnya aku memaksakan kehendak untuk memasuki dunia ini, ruang ini dan tempat ini
Aku terjebak dalam ruang dimana cinta dan sesak bersarang. Tak ada yang bisa menolongku untuk keluar dari dunia ini
Namun aku sadar inilah takdir yang seharusnya kulalui
Tapi…
Perasaan apakah yang membuatku mampu dan nekat untuk memasuki ruang tersebut? Orang memanggilnya dengan sebutan "cinta"
Terlalu berkecamuk dan bercampur dalam dada
Terlalu banyak rasa yang tlah kuukir pada hati dan jiwaku
Lantas perasaan apa yang sesungguhnya aku rasakan pagi ini jika terlalu banyak rasa yang berkecamuk?
entahlah
Hanya saja semua terasa hampa.
Separuh jiwaku telah menghilang ntah kemana. Haruskah kucari jiwa itu? Atau biarkanlah jiwa itu menghilang agar aku lebih baik?
Sepintas aku merasakan sakit juga sesak namun rindulah yang juga kurasakan saat ini
Tapi itu hanya sepersekian persen dari apa yang aku rasakan
Kenyataan membuatku berfikir bahwa aku seharusnya tak berada disini
Tak memasuki ruang yang tak seharusnya kumasuki
Perbedaan dimensi juga waktu lah menghambat segalanya, namun rasa ini begitu besar hingga sanggup mengendalikan pikiranku
Mengendalikan otakku kemudian otot otot syarafku hingga akhirnya aku memaksakan kehendak untuk memasuki dunia ini, ruang ini dan tempat ini
Aku terjebak dalam ruang dimana cinta dan sesak bersarang. Tak ada yang bisa menolongku untuk keluar dari dunia ini
Namun aku sadar inilah takdir yang seharusnya kulalui
Tapi…
Perasaan apakah yang membuatku mampu dan nekat untuk memasuki ruang tersebut? Orang memanggilnya dengan sebutan "cinta"
Rabu, 12 Maret 2014
Aku Yang Mencintaimu
Aku tak tau entah sudah sejak kapan rasa ini menghilang kemudian perlahan muncul kembali seiring dengan berjalannya waktu. Aku tak tahu entah sejak kapan aku mulai berharap untuk selalu bertemu denganmu walau aku tau itu tak mungkin, itu tak semudah dulu.
Sejak saat itu, sejak kau pinjamkan buku itu dan kusimpan buku itu dalam kamarku, aku mulai berharap kita bisa seperti dulu lagi. Aku mulai berharap pertemuan kita tidak memiliki jarak sama sekali.
Mungkinkah aku mulai berharap sejak buku yang kau pinjamkan dan kutaruh dalam kamarku?
atau mungkin aku mulai berharap sejak aku berpisah denganmu?
aku tak mengerti, tapi hatiku hampa setelah buku yang kau tinggalkan kukembalikan
Perasaanku mulai tak menentu, air mataku setengah mati kutahan agar tak turun dihadapanmu. Mengapa seperti ini?
Tiada yang mampu menjawab pertanyaan sederhana itu.
Hatiku mulai perih saat aku melihatmu hari ini. Mungkinkah ini benci? Atau mungkin ini rindu?
Rindu akan sosokmu yang kini jarang kutemui. Dan mungkin aku tak akan pernah bertemu denganmu dalam waktu yang lama.
Sejak saat itu, sejak kau pinjamkan buku itu dan kusimpan buku itu dalam kamarku, aku mulai berharap kita bisa seperti dulu lagi. Aku mulai berharap pertemuan kita tidak memiliki jarak sama sekali.
Mungkinkah aku mulai berharap sejak buku yang kau pinjamkan dan kutaruh dalam kamarku?
atau mungkin aku mulai berharap sejak aku berpisah denganmu?
aku tak mengerti, tapi hatiku hampa setelah buku yang kau tinggalkan kukembalikan
Perasaanku mulai tak menentu, air mataku setengah mati kutahan agar tak turun dihadapanmu. Mengapa seperti ini?
Tiada yang mampu menjawab pertanyaan sederhana itu.
Hatiku mulai perih saat aku melihatmu hari ini. Mungkinkah ini benci? Atau mungkin ini rindu?
Rindu akan sosokmu yang kini jarang kutemui. Dan mungkin aku tak akan pernah bertemu denganmu dalam waktu yang lama.
Senin, 24 Februari 2014
hilang atau masih ada?
Cinta sejati…
Lo pernah tau apa itu arti cinta sejati?
Mungkin pernah ada yang bilang cinta sejati itu tak harus memiliki
Cinta sejati itu kita turut bahagia jika orang yang kita cintai bahagia walau tidak bersama kita
Tapi ada yg menyebutkan itu semua bulshit! Catet yah BULSHIT!
cinta sejati justru harus dipertahankan
Dipertahankan dia bersama kita
Ga perduli dia cinta sama kita atau engga cinta
Itu mungkin menurut pandangan cowo
Okey mereka bisa memaksa para wanita bersamanya tapi apakabar dengan wanita?
Apa kabar dengan pihak wanita?
Wanita gak bisa gitu
Mereka lebih terlihat pasrah dari pada berjuang
sama kayak gue, gue punya satu cerita tentang orang yang gue cinta
gue gak tau apakah ini cinta sejati atau bukan yang jelas gue cinta dia. Udah itu cukup!
Berawal dari pertemuan gue sama dia yang awalnya "geuleuh" karna suatu hal perlahan rasa itu muncul sedikit demi sedikit hingga saat ini (mungkin)
iya rasa itu ga pernah hilang tapi selalu ada walau rasa itu berkurang
Iya itulah cinta, dia tidak tetap cinta bisa berkurang bisa juga bertambah
bertaun taun gue nyimpen perasaan sama dia bahkan hal kecil pun gue anggap itu paling menyenagkan
Memang dia berumur lebih tua dari gue tapi itu bukan hambatan untuk gue mencintai dia.
bertahun tahun kita saling ketemu hingga akhirnya waktu itu datang
Waktu dimana kita akhirnya saling berpisah
Waktu dimana kita berdua sama sama disibukan oleh waktu
Bahkan hingga saat ini pun gue belum pernah ketemu lagi sama dia. Hingga pada suatu hati datanglah satu kabar bahwa dia telah mempunya pendamping.
Mungkin gue kaget. Waktu itu gue biasa aja karna gue udh ga terlalu deket dan emang konteks nya jarang ketemu
Tapi sekarang?
Setelah sekian lama gak ketemu kangeeeen bgt rasanya
teringat masa lalu saat dia melemparkan seberkas senyum buat gue
Saat kita diam berdua karna sama sama gaada temen
Saat kita bercanda dan tertawa bareng
Mungkin itu hal kecil tapi gaakan pernah gue lupain
Sekarang dia udh jadi milik orang lain
Gue gatau itu selamanya gatau engga
jujur gue harus siap nerima kabar apapun tentang dia yang perlahan bakal nyakitin gue
Gue tau penantian gue selama ini gaada yang sia sia ko ^_^
Jadi cerita gue ini masuk ke dalam cinta sejati ga?
Silahkan pikirkan dan buat kesimpulan sendiri
Lo pernah tau apa itu arti cinta sejati?
Mungkin pernah ada yang bilang cinta sejati itu tak harus memiliki
Cinta sejati itu kita turut bahagia jika orang yang kita cintai bahagia walau tidak bersama kita
Tapi ada yg menyebutkan itu semua bulshit! Catet yah BULSHIT!
cinta sejati justru harus dipertahankan
Dipertahankan dia bersama kita
Ga perduli dia cinta sama kita atau engga cinta
Itu mungkin menurut pandangan cowo
Okey mereka bisa memaksa para wanita bersamanya tapi apakabar dengan wanita?
Apa kabar dengan pihak wanita?
Wanita gak bisa gitu
Mereka lebih terlihat pasrah dari pada berjuang
sama kayak gue, gue punya satu cerita tentang orang yang gue cinta
gue gak tau apakah ini cinta sejati atau bukan yang jelas gue cinta dia. Udah itu cukup!
Berawal dari pertemuan gue sama dia yang awalnya "geuleuh" karna suatu hal perlahan rasa itu muncul sedikit demi sedikit hingga saat ini (mungkin)
iya rasa itu ga pernah hilang tapi selalu ada walau rasa itu berkurang
Iya itulah cinta, dia tidak tetap cinta bisa berkurang bisa juga bertambah
bertaun taun gue nyimpen perasaan sama dia bahkan hal kecil pun gue anggap itu paling menyenagkan
Memang dia berumur lebih tua dari gue tapi itu bukan hambatan untuk gue mencintai dia.
bertahun tahun kita saling ketemu hingga akhirnya waktu itu datang
Waktu dimana kita akhirnya saling berpisah
Waktu dimana kita berdua sama sama disibukan oleh waktu
Bahkan hingga saat ini pun gue belum pernah ketemu lagi sama dia. Hingga pada suatu hati datanglah satu kabar bahwa dia telah mempunya pendamping.
Mungkin gue kaget. Waktu itu gue biasa aja karna gue udh ga terlalu deket dan emang konteks nya jarang ketemu
Tapi sekarang?
Setelah sekian lama gak ketemu kangeeeen bgt rasanya
teringat masa lalu saat dia melemparkan seberkas senyum buat gue
Saat kita diam berdua karna sama sama gaada temen
Saat kita bercanda dan tertawa bareng
Mungkin itu hal kecil tapi gaakan pernah gue lupain
Sekarang dia udh jadi milik orang lain
Gue gatau itu selamanya gatau engga
jujur gue harus siap nerima kabar apapun tentang dia yang perlahan bakal nyakitin gue
Gue tau penantian gue selama ini gaada yang sia sia ko ^_^
Jadi cerita gue ini masuk ke dalam cinta sejati ga?
Silahkan pikirkan dan buat kesimpulan sendiri
Minggu, 23 Februari 2014
For You? Maybe
Perlahan aku mulai menikmati dengan apa yang terjadi saat ini
Setiap detik yang berdetak ku nikmati bagai sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara
Bercumbu dengan waktu dan menikmati apa yang telah ada
dia yang pergi dan kau yang datang
Mungkin terlalu cepat untuk menghadirkan cinta tapi itulah kenyataannya
pertemuan yang tak sengaja
Perkenalan yang begitu singkat hingga akhirnya datanglah sesuatu bernama cinta.
Aku tak tau apakah ini benar atau salah
Tapi bukankah cinta tak mengenal mana yang benar dan mana yang salah?
Aku tak perduli pada hakin yang berceloteh di depan pendengaranku
Mengacung acungkan sosok tata krama
Membacakan undang undang tentang hukum bercinta
Tapi bukankah kita sudah hidup pada zaman globalisasi?
Dimana cinta sudah tak berbatas, cinta sudah tak mengenal aturan dan tata krama
Bukankah di masa lalu pun cinta datang tanpa permisi?
Apa itu sopan?
Apa itu menggunakan tata krama?
Aku tak mengerti dengan hukum cinta
Namun aku mengerti bahwa aku menikmati tiap jarak demi jarak yang perlahan kau hapus agat tak menciptakan jarak pada kita
Memeluk dengan rindu lalu bercumbu dalam kenangan
Setiap detik yang berdetak ku nikmati bagai sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara
Bercumbu dengan waktu dan menikmati apa yang telah ada
dia yang pergi dan kau yang datang
Mungkin terlalu cepat untuk menghadirkan cinta tapi itulah kenyataannya
pertemuan yang tak sengaja
Perkenalan yang begitu singkat hingga akhirnya datanglah sesuatu bernama cinta.
Aku tak tau apakah ini benar atau salah
Tapi bukankah cinta tak mengenal mana yang benar dan mana yang salah?
Aku tak perduli pada hakin yang berceloteh di depan pendengaranku
Mengacung acungkan sosok tata krama
Membacakan undang undang tentang hukum bercinta
Tapi bukankah kita sudah hidup pada zaman globalisasi?
Dimana cinta sudah tak berbatas, cinta sudah tak mengenal aturan dan tata krama
Bukankah di masa lalu pun cinta datang tanpa permisi?
Apa itu sopan?
Apa itu menggunakan tata krama?
Aku tak mengerti dengan hukum cinta
Namun aku mengerti bahwa aku menikmati tiap jarak demi jarak yang perlahan kau hapus agat tak menciptakan jarak pada kita
Memeluk dengan rindu lalu bercumbu dalam kenangan
aku sayang kamu
Aku sayang kamu
Iya aku sayang kamu
Sudah kukatakan pada angin yang bergulir dengan sepi
Tapi entahlah..
Aku merasa takut
Aku sayang kamu
Iya aku sayang kamu
Namun aku takut
Aku takut menyayangimu, entahlah
Seperti ada tembok besar yang menghalangi lalu menatap tajam bagai elang
Mengeluarkan taringnya untuk siapapun yang memaksa menerobosnya
Lantas kamu siapa?
Aku siapa?
Mengapa aku mencitaimu?
Bertahankah kau pada hatiku yang kekal?
Pada kesendirian yang membeku?
Menatap, menyayangi lalu pergi dan menghilang
Iya aku sayang kamu
Sudah kukatakan pada angin yang bergulir dengan sepi
Tapi entahlah..
Aku merasa takut
Aku sayang kamu
Iya aku sayang kamu
Namun aku takut
Aku takut menyayangimu, entahlah
Seperti ada tembok besar yang menghalangi lalu menatap tajam bagai elang
Mengeluarkan taringnya untuk siapapun yang memaksa menerobosnya
Lantas kamu siapa?
Aku siapa?
Mengapa aku mencitaimu?
Bertahankah kau pada hatiku yang kekal?
Pada kesendirian yang membeku?
Menatap, menyayangi lalu pergi dan menghilang
mungkin ini kenangan
Semilir sunyi menyelinap pada relung hati
Ingin kuukir sebuah sajak untuk memenuhi sunyi
Dengan alunan melodi
Dengan rintik hujan, juga isak tangis
Tak apa menangis
Agar tak terasa sunyi
Agar relung ini ramai. Tanpa tikaman sepj juga kata
Kata yang menuntutku untuk segera menuliskannya pad putih kertas juga hitam pena : kenangan
Ingin kuukir sebuah sajak untuk memenuhi sunyi
Dengan alunan melodi
Dengan rintik hujan, juga isak tangis
Tak apa menangis
Agar tak terasa sunyi
Agar relung ini ramai. Tanpa tikaman sepj juga kata
Kata yang menuntutku untuk segera menuliskannya pad putih kertas juga hitam pena : kenangan
sajak dago
Dago
Implengan nu aya dina unggal léngkah
Ngagurat tineung dina jero manah
Lalaunan, milu teuleum kana jero daging
Dago
Loba nu geus dipilampah unggal jengkal
Léngkah dina léngkah milu nyakséni di tengah béntang nu tingburisat
Tangkal dipipir jalan milu gugupay kana katineung
Tineung nu kungsi di jajapkeun dina jalan aspal anu ayeuna loba kajejek ku batur
Dago
Turuna ceurik mega teu bisa mupuskeun tineung nu geus kapinton ku dampal suku
Dago
Salilana anjeun angger aya na panineungan nu moal palastra
Dago.
Implengan nu aya dina unggal léngkah
Ngagurat tineung dina jero manah
Lalaunan, milu teuleum kana jero daging
Dago
Loba nu geus dipilampah unggal jengkal
Léngkah dina léngkah milu nyakséni di tengah béntang nu tingburisat
Tangkal dipipir jalan milu gugupay kana katineung
Tineung nu kungsi di jajapkeun dina jalan aspal anu ayeuna loba kajejek ku batur
Dago
Turuna ceurik mega teu bisa mupuskeun tineung nu geus kapinton ku dampal suku
Dago
Salilana anjeun angger aya na panineungan nu moal palastra
Dago.
sajak hujan
Peuting keclak munggaran koclak
Hideung mega padungdeng adek
Dina raraga nu taya kawasa
Ting joréat ngocéak surak inghak
mega ceurik balilihan
Numpaskeun simpé na implengan sajajalan
Éstuning angin mawakeun rasa katresna
Nembongkeun tineung dina sawangan
Dina mega aya pangawasa nu teu kawasa
Numpaskeun titik nu anclub kana sukma
Hujan..
Kuring miang néang jalan anyar
Diditu, di sisi laut
Hideung mega padungdeng adek
Dina raraga nu taya kawasa
Ting joréat ngocéak surak inghak
mega ceurik balilihan
Numpaskeun simpé na implengan sajajalan
Éstuning angin mawakeun rasa katresna
Nembongkeun tineung dina sawangan
Dina mega aya pangawasa nu teu kawasa
Numpaskeun titik nu anclub kana sukma
Hujan..
Kuring miang néang jalan anyar
Diditu, di sisi laut
Aku Jatuh Cinta (Barangkali)
Ahahahahaha
Mungkin hanya senyum dan gelegak tawa yang kudengar saat kukatakan pada dunia aku jatuh cinta
Iya
Ini sungguh membingungkan
Tapi taukah kau jika ini serius?
Taukah kau jika aku jatuh cinta saat awal mula kita bertemu
saat kulihat kau pada deretan manusia manusia itu dengan akting dan gesture yang mereka mainkan
Sadarkah kau sejak saat itu aku selalu mengintai dan melihatmu
Walau samar
Walau kau tak pernah melihatmu
disini
didekatmu
Sadarkah kau jika sejak saat itu aku selalu mengikuti mu saat kau akan pergi?
Taukah kau sejak saat itu saat kita bertemu jantungku berdegup kencang ketika kita mulai mendekat hingga kemudian berpapasan
Tak sadarkah kau aku selalu melihat tingkah lakumu, berlali sambil bernyanyi di antara banyak orang?
Aku suka itu
Aku mencintaimu seperti itu
Sadarkah kau aku mulai kecewa ketika kau memotong rambutmu?
Apakah kau merasa aku mulai cemburu jika melihat kau bersama dengan wanita lain?
Aku tak tau perasaan ini
Iri kah? Atau aku takut kehilanganmu saat ini
Mungkin Tuhan adil
Tuhan telah mempertemukan kita sejak saat itu
Tapi taukah kau jika dengan cara itu maka rasa cintaku semakin membesar kepadamu?
Taukah kau jika selama ini aku tersiksa oleh rindu yang kau buat pada diriku?
Tak pernahkah kau menyadari bahwa ini adalah cinta?
Kau mampu mengisi otakku hingga aku lupa bagaimana caranya melupakan
kau mampu membuatku tersipu saat pandangan kami bertemu
Aku tak menyalahkan siapapun untuk ini
Aku tau ini bukan keinginanmu
Dan ini pun bukan keinginanku
Ini bukan keinginan kita berdua
Ini keinginan Tuhan yang menciptakan takdir seperti ini
Ya ini Takdir
Mungkin hanya senyum dan gelegak tawa yang kudengar saat kukatakan pada dunia aku jatuh cinta
Iya
Ini sungguh membingungkan
Tapi taukah kau jika ini serius?
Taukah kau jika aku jatuh cinta saat awal mula kita bertemu
saat kulihat kau pada deretan manusia manusia itu dengan akting dan gesture yang mereka mainkan
Sadarkah kau sejak saat itu aku selalu mengintai dan melihatmu
Walau samar
Walau kau tak pernah melihatmu
disini
didekatmu
Sadarkah kau jika sejak saat itu aku selalu mengikuti mu saat kau akan pergi?
Taukah kau sejak saat itu saat kita bertemu jantungku berdegup kencang ketika kita mulai mendekat hingga kemudian berpapasan
Tak sadarkah kau aku selalu melihat tingkah lakumu, berlali sambil bernyanyi di antara banyak orang?
Aku suka itu
Aku mencintaimu seperti itu
Sadarkah kau aku mulai kecewa ketika kau memotong rambutmu?
Apakah kau merasa aku mulai cemburu jika melihat kau bersama dengan wanita lain?
Aku tak tau perasaan ini
Iri kah? Atau aku takut kehilanganmu saat ini
Mungkin Tuhan adil
Tuhan telah mempertemukan kita sejak saat itu
Tapi taukah kau jika dengan cara itu maka rasa cintaku semakin membesar kepadamu?
Taukah kau jika selama ini aku tersiksa oleh rindu yang kau buat pada diriku?
Tak pernahkah kau menyadari bahwa ini adalah cinta?
Kau mampu mengisi otakku hingga aku lupa bagaimana caranya melupakan
kau mampu membuatku tersipu saat pandangan kami bertemu
Aku tak menyalahkan siapapun untuk ini
Aku tau ini bukan keinginanmu
Dan ini pun bukan keinginanku
Ini bukan keinginan kita berdua
Ini keinginan Tuhan yang menciptakan takdir seperti ini
Ya ini Takdir
mungkin ini yang akan terjadi
Di tengah megahnya purnama
Kusisipkan satu rasa di antara ribuan bintang
Biar ia tahu betapa hangatnya pelukan malam saat itu
Mungkin kau yang jauh disana tak mengerti bahkan tak tahu dengan apa yang terjadi pada hatiku saat ini
Apa yang aku rasakan pada malam yang dingin ini
Jika kau tau, aku sendiri mengingatmu, mengingat namamu dalam helaan nafas yang berhembus tiap waktunya
Sudah kukatakan berulang kali
Bahkan kau pun bosan mendengar apa yang aku ucapkan
Iya
Aku mencintaimu
Namun cinta tak berpihak padaku saat ini
kau punya cinta yang lain da aku tak punya cinta selain kau
Aku berfikir bagaimana jika kau tak bisa kumiliki?
Bagaimana jika kau dan aku tak bersatu seperti apa yang menjadi angan anganku saat ini
Mungkin angan angan akan tetap menjadi angan angan.
Akan datang hari dimana kulihat kau bersamanya, tersenyum bahagia dengan balutan gaun dan jas terindah yang kau kenakan
Pada saat itu aku harus siap melihatmu melingkarkan cincin padanya kemudian mengucap janji sampai akhir hayat
Pada itu pula rasa ini akan tetap berada sebagai lukisan dalam raga dan jiwa
Teebingkai rapih dan akan kusimpan pada memori paling dalam
kan kurawat rasa ini sampai kau bahagia bersama keluarga barumu
Saat itulah aku akan beefikir bahwa semua ini hanya sia sia
Penantian ini, cinta ini dan sayang ini
namu satu hal yang tak bisa kulakukan
Aku tak bisa membencimu dalam otakku…
Kusisipkan satu rasa di antara ribuan bintang
Biar ia tahu betapa hangatnya pelukan malam saat itu
Mungkin kau yang jauh disana tak mengerti bahkan tak tahu dengan apa yang terjadi pada hatiku saat ini
Apa yang aku rasakan pada malam yang dingin ini
Jika kau tau, aku sendiri mengingatmu, mengingat namamu dalam helaan nafas yang berhembus tiap waktunya
Sudah kukatakan berulang kali
Bahkan kau pun bosan mendengar apa yang aku ucapkan
Iya
Aku mencintaimu
Namun cinta tak berpihak padaku saat ini
kau punya cinta yang lain da aku tak punya cinta selain kau
Aku berfikir bagaimana jika kau tak bisa kumiliki?
Bagaimana jika kau dan aku tak bersatu seperti apa yang menjadi angan anganku saat ini
Mungkin angan angan akan tetap menjadi angan angan.
Akan datang hari dimana kulihat kau bersamanya, tersenyum bahagia dengan balutan gaun dan jas terindah yang kau kenakan
Pada saat itu aku harus siap melihatmu melingkarkan cincin padanya kemudian mengucap janji sampai akhir hayat
Pada itu pula rasa ini akan tetap berada sebagai lukisan dalam raga dan jiwa
Teebingkai rapih dan akan kusimpan pada memori paling dalam
kan kurawat rasa ini sampai kau bahagia bersama keluarga barumu
Saat itulah aku akan beefikir bahwa semua ini hanya sia sia
Penantian ini, cinta ini dan sayang ini
namu satu hal yang tak bisa kulakukan
Aku tak bisa membencimu dalam otakku…
Langganan:
Postingan (Atom)
"Simple Thing Called Love" by Anna Triana
Judul : Simple Thing Called Love Penulis : Anna Triana Penerbit : Elex Media Komputindo ISBN : 978 - 602 - 0...
-
Pernah denger salah satu lagu Efek Rumah Kaca dengan judul Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa? Yap, lagu yang berada dalam album Kamar Gelap d...
-
Karya: Edwar Maulana Jika kau percaya bahwa segala yang ada itulah yang kelak tak ada dan mesti diabaikan. Maka saat ini ketika kau da...